Text
AMOS 22 untuk Structural Equation Modelling Konsep Dasar dan Aplikasi
SEM (Structural Equation Modelling) adalah alat analisis statistik yang semakin populer dewasa ini. Jika dilihat dari penyusunan model serta cara kerjanya, sebenarnya SEM adalah gabungan dari analisis faktor dan regresi; penjelasan pada bab-bab berikut akan menggambarkan hal tersebut secara lebih detail. Pada tahun 1950-an, SEM sudah mulai dikemukakan oleh para ahli statistik yang mencari metode untuk membuat model yang dapat menjelaskan hubungan di antara variabel-variabel. Persoalan timbul karena banyak variabel yang termasuk variabel laten yang menimbulkan kesulitan tersendiri dalam pengukurannya.
Dalam ilmu sosial, banyak variabel, seperti motivasi seseorang, komitmen, kesetiaan pelanggan dan lainnya, yang dikategorikan sebagai variabel laten. Sebagai contoh, peneliti tidak dapat begitu saja mengukur komitmen seseorang, karena komitmen adalah sesuatu yang kompleks, berbeda dengan frekuensi pembelian barang per minggu atau keinginan membeli barang; untuk mengetahui komitmen seseorang, peneliti harus mengukur dengan sejumlah rincian lanjutan, yang disebut dengan indikator (variabel manifes), seperti kepastian bertindak, keinginan mengulang tindakan, kepastian menolak alternatif lain, dan sebagainya. Secara ringkas, variabel laten adalah variabel yang mengharuskan adanya sejumlah variabel manifes atau indikator agar variabel laten tersebut dapat diukur. Tanpa sejumlah indikator maka variabel laten tidak dapat diukur begitu saja.
Dengan demikian, dalam sebuah model riset yang melibatkan sejumlah variabel laten, dibutuhkan pula sejumlah tertentu indikator; dan antar-variabel laten akan terdapat sejumlah hubungan. Sebagai gambaran awal, model kompleks semacam itu dapat disebut dengan sebuah model SEM; analisis model semcam ini tentu tidak dapat menggunakan alat-alat statistik 'tradisional' seperti uji t, anova, korelasi, atau regresi berganda. Namun penggunaan alat analisis yang lebih advanced terkendala dengan komplek-sitas analisis.
Kemajuan teknologi informasi di era 1970-an telah memungkinkan alat analisis SEM dikembangkan. Jöreskog dan Sörbom kemudian mengem-bangkan metode estimasi maximum likelihood, dan dengan mulai munculnya software khusus SEM, seperti LISREL, AMOS, PLS dan sebagainya, alat analisis SEM saat ini sudah menjadi prosedur statistik multivariat yang dominan. Dengan menggunakan AMOS atau LISREL, sebuah model yang kompleks dapat dengan mudah diuji, baik hubungan indikator-indikator dengan konstruknya, atau hubungan antar-konstruk. Karena perilaku atau fenomena di dunia nyata sebagian besar bersifat kompleks, maka penggunaan model SEM dan sebagai konsekuensi logis adalah penggunaan software semacam AMOS atau LISREL menjadi kebutuhan tidak terhindarkan pada masa mendatang.
Sebelum dijelaskan tentang apa itu SEM dan bagaimana cara kerja serta konsep-konsep dasar yang menyertainya, berikut diberikan gambaran contoh sederhana aplikasi SEM.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain