Text
Detik-detik Jatuhnya Konstantinopel Ke Tangan Muslim
AWAL musim semi. Seekor merpati hitam terbang mengarungi udara Istanbul. Dia berputar ringan membentuk lingkaran mengitari mas jid Sulaiman seakan terikat dengan tali ke puncak menaramenaranya. Dari ketinggian dia dapat mengamati sebuah kota de ngan penduduk sekitar 15 juta jiwa; dengan mata yang tenang menyaksikan pergantian hari demi hari, abad demi abad. Ketika moyang burung ini mengitari Konstantinopel pada suatu hari yang dingin pada Maret 1453, bentuk kota ini secara garis be sar tentu tak terlalu berbeda, walaupun pasti belum sepadat dan sesumpek sekarang. Kawasan ini sangat luar biasa, berbentuk segi tiga yang agak menengadah ke timur bak acungan cula seekor badak dan kedua sisinya dilindungi lautan. Di sebelah utara terdapat teluk kecil dengan air yang dalam, Golden Horn; di sebelah selatan diapit Laut Marmara yang membentang ke barat sampai ke Laut Mediterania lewat Dardanella. Dari udara, kita dapat menarik garis benteng yang lurus dan tak terputus yang melindungi dua sisi lautan dari segitiga ini dan bagaimana arus laut menyobek ujung cula badak tadi di tujuh titik: kota ini memiliki benteng pertahanan, baik yang berasal dari alam maupun buatan manusia.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain